Mulai dari Akhir
Apakah kamu sudah menonton film terbaru Spiderman : No Way Home?
Sungguh sebuah film yang menakjubkan, alur cerita menarik khas marvel dibalut dengan euforia menonton bioskop setelah begitu lamanya terhambat oleh pembatasan akibat pandemic yang tidak kunjung usai begitu membuat momen menonton Spiderman : No Way Home terasa begitu spesial. Berbicara tentang menonton di bioskop, apa situasi yang paling membuatmu kesal ketika pergi ke bioskop? Apakah suara obrolan kecil orang-orang yang tidak memperhatikan? Lalu lalang orang yang pergi ke toilet saat film berlangsung? .. Ya semua itu sungguh menyebalkan. Tapi tahukah apa yang paling menyebalkan? Datang telat ke bioskop adalah jawabannya. Perasaan tidak enak karena mengganggu. orang-orang yang tengah menonton ditambah dengan kebingungan yang muncul akibat ketinggalan alur cerita film. Tidak tahu ceritanya sudah sampai dimana, dan tidak mengerti akhirnya, semua hanya karena ketinggalan bagaimana sebuah cerita dimulai.
Di dalam hidup ini, seringkali kita hidup bagaikan orang yang tengah kebingungan sedang di mana kita berada. Apa tujuan yang sedang kita coba capai. Bagaimana cerita awal kita bisa sampai di tempat dimana kita berada sekarang? Apa tujuannya? Sungguh perasaan yang tidak enak.
Itulah perasaan yang saya rasakan sepanjang 2021. Tidak tahu apa dan bagaimana segala sesuatu bisa terjadi. Tiba-tiba saya menyadari sudah 1 tahun saya lulus dari kuliah, padahal rasanya seperti baru kemarin. Kehilangan arah, kehilangan tujuan, berbekal idealisme yang tidak laku di dunia nyata yang keras. Akhirnya saya pun bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan Tuhan? Bukankah Tuhan sudah berjanji A, B, C, saya sebutkan semua janji yang saya ingat di dalam doa-doa saya.
Namun Tuhan menjawab melalui sebuah post instagram seorang Investor asal Medan yang baru saya dengar selama masa pandemi ini. Dia lah yang menjadi salah satu motivasi saya dalam menulis. Namanya Chris Angkasa.
Ko Chris membagikan sebuah ig post dengan kalimat "Telat". Dalam tulisannya beliau menceritakan bagaimana kita manusia tidak dapat lepas dari sebuah kekhawatiran. Bukan soal bagaimana dan apa yang harus kita lakukan, tapi mengenai "Kapan". Kapan kita harus memulai sebuah bisnis? Kapan kita harus mengakumulasi saham A? Kapan harus jual properti B? Dan banyak hal lagi. Sebuah kekhawatiran yang tidak akan bisa kita jawab. Namun, kekhawatiran tersebut tidak menjadi sebuah masalah lagi ketika kita MULAI DARI AKHIR.
Ya, memulai dari akhir membawa kita menyadari bahwa hanya ada satu hal yang tidak lekang oleh masa. (Baca Matius 6:19-20)
19 ”Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Memulai dari akhir membuat saya menyadari betapa saya sudah tertipu oleh kerlap-kerlip dunia. Seolah membuat hidup saya baru bernilai ketika saya sudah mencapai net worth sekian sebelum umur sekian. Memiliki sekian karyawan. Memiliki sekian jumlah followers, dan lain-lain. Padahal semua itu hanyalah hal yang semu.
Doa saya, setiap sobat pembaca bisa menyadari bahwa ada sebuah harta yang jauh lebih berharga, pencapaian yang jauh lebih tinggi, dibandingkan sejumlah uang dan pengakuan dunia.
Pastikan hidup kita menjadi sebuah persembahan yang harum bagiNya melalui pekerjaan, karya, dan jiwa-jiwa yang kita menangkan bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati.
IG Post Ko Chris Angkasa : https://www.instagram.com/p/CRaje1ENFeR/
Comments
Post a Comment